VIVA.CO.ID – PDIP dan Partai Golkar diprediksi tampil sebagai partai pemenang dalam Pemilu 2014 oleh sejumlah lembaga survei. Kesimpulan serupa juga dikemukakan Pol-Tracking Institute yang menggelar survei nasional pada 13 September-11 Oktober 2013.
“Tingkat keterpilihan atau elektabilitas PDIP dan Golkar cenderung stabil dua digit,” kata peneliti Pol-Tracking Institute, Aria Budi, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 19 Desember 2013.
METROTVNEWS.COM – Survei Pol-Tracking Institute memperlihatkan masyarakat lebih menyukai calon legislatif yang baru dan muda usia. Caleg yang berlatar belakang artis justru tidak disukai calon pemilih.
Demikian kesimpulan hasil survey ‘Bagaimana prefensi & perilaku pemilih pada pemilu legislatif 2014?’ yang diselenggarakan Pol-Tracking Institute. Hasil survey diumumkan di Royal Kuningan Hotel, Jl Kuningan Persada Kav. 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).
KOMPAS.COM – Jika pemilu legislatif dilakukan sekarang, maka PDI-P dan Partai Golkar adalah partai yang akan memenanginya. Kedua partai ini unggul jauh diatas sepuluh partai peserta pemilu lainnya. Hal tersebut terlihat berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Survei tersebut menunjukkan PDIP berada di urutan teratas dengan angka 18.50 persen. Partai Golkar berada di bawahnya dengan presentase 16.90 persen.
KOMPAS.COM – Calon anggota legislatif yang berlatar belakang artis diprediksi bakal tidak laku pada Pemilu 2014 mendatang. Berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013), caleg dari kalangan artis hanya disetujui oleh 18,7 persen responden. Sebanyak 68,44 persen responden mengaku tidak setuju dan tidak akan memilih caleg artis. Sisanya, 15,85 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
“Ini cukup unik karena caleg dari kalangan artis ini harusnya lebih populer dibanding caleg dari kalangan lainnya,” kata peneliti Pol-Tracking Institute, Aria Budi, saat memaparkan hasil surveinya.
KOMPAS.COM — Suara Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 diprediksi turun drastis dari Pileg 2009 lalu. Jebloknya perolehan suara itu disebabkan oleh kasus korupsi yang menerpa kedua partai tersebut. Hal tersebut terlihat berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Dalam survei itu, Demokrat hanya berada di posisi ketiga dengan perolehan angka sebesar 8,80 persen. Urutan pertama dan kedua ditempati PDI-P (18,50 persen) dan Partai Golkar (16,90) persen. HENDRA A SETYAWAN Partai Demokrat
KOMPAS.COM — Sebanyak 21 persen pemilih menyatakan tidak berminat berpartisipasi dalam Pemilu Legislatif 2014 nanti. Mereka pun diprediksi tidak akan menggunakan hak suaranya alias golput. Hal tersebut berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
“Terkait partisipasi masyarakat di Pemilu Legislatif 2014 ini, ada potensi golput yang cukup besar, bisa kita lihat, mencapai 21 persen,” kata peneliti Pol-Tracking, Aria Budi, menjelaskan temuan surveinya.
METROTVNEWS.COM – Hasil survei Pol-Tracking Institute menunjukkan korupsi menjadi alat pembunuh partai dalam pemilu. Survei berjudul ‘Bagaimana prefensi & perilaku pemilih pada pemilu legislatif 2014?’ memperlihatkan korupsi sebagai faktor yang menyebabkan kegagalan partai dalam pemilu.
“Korupsi adalah alat pembunuh partai yang paling mengerikan di Indonesia saat ini,” kata Manajer Riset Pol-Tracking Institute, Arya Budi di Royal Kuningan Hotel, jalan Kuningan Persada Kav. 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).
REPUBLIKA.CO.ID – Mayoritas warga menyatakan berminat untuk ikut serta dalam Pemilu 2014. Dalam survei nasional yang dirilis oleh Pol Tracking Institute, setidaknya terdapat 80 persen pemilih di Indonesia menyatakan berminat untuk berpartisipasi dalam pemilu legislatif 2014.
Meski demikian, berdasarkan survei ini, perilaku memilih publik cenderung ditentukan oleh figur atau tokoh kandidat. Publik lebih memilih (mencoblos) caleg (69%) dibandingkan partai politik peserta pemilu (12%).
TRIBUNNEWS.COM – Pol-Tracking Institute mengeluarkan hasil survei nasional terbarunya yang bertajuk ‘Membaca Kecenderungan Sikap dan Perilaku Pemilih dalam Pemilu Legislatif 2014’. Ada temuan menarik dalam survei nasional itu, satu diantaranya adalah mengenai partisipasi pemilih dalam Pileg 2014.
Aria Budi, Peneliti Pol-Tracking mengatakan, dalam survei nasional tersebut menyebutkan sebanyak 79 persen atau 80 persen pemilih di Indonesia yang menyatakan berminat untuk berpartisipasi dalam Pileg 2014.
TRIBUNNEWS.COM – Partai Golkar bersaing ketat dengan PDI Perjuangan dalam posisi teratas elektabilitas partai dalam survei nasional yang dilakukan Reform Institute tentang Persepsi Masyarakat mengenai masalah Politik, Kenegaraan, dan konvensi Partai Demokrat.
Golkar unggul tipis dari PDI Perjuangan dengan perolehan 20,53 persen sementara PDI-P memperoleh 20,13 persen. “Partai Golkar menduduki urutan pertama disuusl PDI Perjuangan dengan persentase yang berhimpitan,” ujar Zaim Sadi, peneliti Reform Institute, saat menggelar konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/12/2013).