DETIK.COM – Sebagian responden survei yang digelar Pol-Tracking Institute menyebut korupsi akan menjadi faktor utama kegagalan partai politik me...
Read More 0KOMPAS.COM – Masyarakat lebih cenderung memilih figur calon legislatif (caleg) dibandingkan partai di pemilu legislatif (pileg) 2014 mendatang. Hal tersebut terlihat berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Sebanyak 69 persen responden memilih figur caleg dalam menentukan pilihannya. Sementara yang lebih melihat partai hanya sebesar 12 persen. Sisanya, sebesar 19 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
VIVA.CO.ID – PDIP dan Partai Golkar diprediksi tampil sebagai partai pemenang dalam Pemilu 2014 oleh sejumlah lembaga survei. Kesimpulan serupa juga dikemukakan Pol-Tracking Institute yang menggelar survei nasional pada 13 September-11 Oktober 2013.
“Tingkat keterpilihan atau elektabilitas PDIP dan Golkar cenderung stabil dua digit,” kata peneliti Pol-Tracking Institute, Aria Budi, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 19 Desember 2013.
METROTVNEWS.COM – Survei Pol-Tracking Institute memperlihatkan masyarakat lebih menyukai calon legislatif yang baru dan muda usia. Caleg yang berlatar belakang artis justru tidak disukai calon pemilih.
Demikian kesimpulan hasil survey ‘Bagaimana prefensi & perilaku pemilih pada pemilu legislatif 2014?’ yang diselenggarakan Pol-Tracking Institute. Hasil survey diumumkan di Royal Kuningan Hotel, Jl Kuningan Persada Kav. 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).
KOMPAS.COM – Jika pemilu legislatif dilakukan sekarang, maka PDI-P dan Partai Golkar adalah partai yang akan memenanginya. Kedua partai ini unggul jauh diatas sepuluh partai peserta pemilu lainnya. Hal tersebut terlihat berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Survei tersebut menunjukkan PDIP berada di urutan teratas dengan angka 18.50 persen. Partai Golkar berada di bawahnya dengan presentase 16.90 persen.
KOMPAS.COM – Calon anggota legislatif yang berlatar belakang artis diprediksi bakal tidak laku pada Pemilu 2014 mendatang. Berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013), caleg dari kalangan artis hanya disetujui oleh 18,7 persen responden. Sebanyak 68,44 persen responden mengaku tidak setuju dan tidak akan memilih caleg artis. Sisanya, 15,85 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
“Ini cukup unik karena caleg dari kalangan artis ini harusnya lebih populer dibanding caleg dari kalangan lainnya,” kata peneliti Pol-Tracking Institute, Aria Budi, saat memaparkan hasil surveinya.
KOMPAS.COM — Suara Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 diprediksi turun drastis dari Pileg 2009 lalu. Jebloknya perolehan suara itu disebabkan oleh kasus korupsi yang menerpa kedua partai tersebut. Hal tersebut terlihat berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Dalam survei itu, Demokrat hanya berada di posisi ketiga dengan perolehan angka sebesar 8,80 persen. Urutan pertama dan kedua ditempati PDI-P (18,50 persen) dan Partai Golkar (16,90) persen. HENDRA A SETYAWAN Partai Demokrat
KOMPAS.COM — Sebanyak 21 persen pemilih menyatakan tidak berminat berpartisipasi dalam Pemilu Legislatif 2014 nanti. Mereka pun diprediksi tidak akan menggunakan hak suaranya alias golput. Hal tersebut berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
“Terkait partisipasi masyarakat di Pemilu Legislatif 2014 ini, ada potensi golput yang cukup besar, bisa kita lihat, mencapai 21 persen,” kata peneliti Pol-Tracking, Aria Budi, menjelaskan temuan surveinya.